Menu

  • Tempatnya mahasiswa praktikum dan mencari refrensi. Tempat yang pas untuk refreshing.
  • Tempat mahasiswa/i Gunadarma melakukan aktivitas olahraga.
  • Internet Lounge
  • Badminton is my Hobby

Kamis, 25 Desember 2014

Blender 3D

Saya akan membahas tentang sebuah software Blender. Blender adalah sebuah software gratis yang open source jadi software tersebut dapat digunakan diberbagai OS. Dan Blender digunakan untuk membuat model-model 2 dimensi dan 3 dimensi, film animasi, efek visual, seni, 3D print model, aplikasi 3 dimensi interaktif, dan video game. Software Blender ini berbentuk GUI (Graphical User Interface) yang menggunakan bahasa pemrograman berbasis Python. Berikut ini adalah sejarah terbentuknya software Blender:

 

Sejarah Blender

Pada tahun 1988 Ton Roosendaal mendanai perusahaan yang bergerak dibidang animasi yang dinamakan NeoGeo. Neogeo berkembang pesat sehingga menjadi perusahaan animasi terbesar di Belanda dan salah satu perusahaan animasi terdepan di Eropa. Ton Roosendaal selain bertanggung jawab sebagi art director juga bertanggung jawab atas pengembangan software internal.
 
Pada tahun 1995 muncullah sebuah software yang pada akhirnya dinamakan Blender. Setelah diamati ternyata Blender memiliki potensi untuk digunakan oleh artis-artis diluar NeoGeo, lalu pada tahun 1998 Ton mendirikan perusahaan yang bernama Not a Number (NaN) untuk mengembangkan dan memasarkan Blender lebih jauh. Cita-cita NaN adalah untuk menciptakan sebuah software animasi 3 dimensi yang padat, cross platform yang gratis dan dapat digunakan oleh masyarakat komputer yang umum, tapi ambisi NaN tidak sesuai dengan kenyataan pasar saat itu.
 
Pada tahun 2001 NaN dibentuk ulang menjadi perusahaan yang lebih kecil, Nan lalu meluncurkan software komersial pertamanya , Blender Publisher. Sasaran pasar software ini adalah untuk web 3D interaktif. Angka penjualan yang rendah dan iklim ekonomi yang tidak menguntungkan saat itu mengakibatkan NaN ditutup. Penutupan ini termasuk penghentian terhadap pengembangan Blender, Karena tidak ingin Blender hilang begitu saja, Ton Roosendaal mendirikan organisasi non profit yang bernama Blender Foundation. Tujuan utama Blender Foundation adalah terus mempromosikan dan mengembangkan Blender sebagai proyek open source. Pada tahun 2002, Blender dirilis ulang dibawah syarat-syarat GNU General Public License, dan pengembangannya terus berlanjut hingga saat ini.
 

Lingkungan Kerja Blender

Gambar dibawah ini merupakan lingkungan kerja dari software Blender:
 

Keterangan gambar :
  1. Menu merupakan bagian utama dari software Blender sebagai pengolahan data seperti menyimpan data, membuka data, export-import, dan sebagainya.
  2. 3D View merupakan ruang kerja dengan tampilan 3D dan tempat untuk menampilkan objek-objek yang dibuat.
  3. Outliner merupakan sebuah view untuk menampilkan objek-objek yang digunakan pada 3D view.
  4. Properties merupakan bagian yang menyediakan property-properti yang dapat digunakan pada objek yang dibuat, seperti material, tekstur, modifiers, kamera, dan sebagainya.
  5. Tool Bar merupakan bagian yang berisi tool-tool yang dapat digunakan untuk proses pembuatan objek, seperti rotate, scale, location, dan sebagainya.
  6. Timeline merupakan bagian yang dipergunakan untuk membuat sebuah animasi. Dimana setiap gerakan disimpan dalam bentuk frame-frame.


Augmented Reality

Apa itu " Augmented Reality" ???....
 
Sebuah teknologi yang menggabungkan benda maya 2 dimensi ataupun 3 dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata (real-time). Benda-benda maya berfungsi menampilkan informasi yang tidak dapat diterima oleh manusia secara langsung. Hal ini membuat realitas tertambah berguna sebagai alat untuk membantu persepsi dan interaksi penggunanya dengan dunia nyata. Informasi yang akan ditampilkan oleh benda maya membantu user/pengguna melakukan kegiatan-kegiatan dalam dunia nyata. Ada tiga prinsip dari augmented reality. Yang pertama yaitu Augmented Reality merupakan penggabungan dunia nyata dan virtual, yang kedua berjalan secara interaktif dalam waktu nyata (real-time), dan yang ketiga terdapat integrasi antar benda dalam 3 dimensi, yaitu benda maya terintegrasi dalam dunia nyata (Ronald T. Azuma, 1997).
 

Tujuan Augmented Reality

        Untuk menciptakan lingkungan baru dengan menggabungkan interaktivitas lingkungan nyata dan virtual sehingga pengguna merasa bahwa lingkungan yang diciptakan adalah nyata. Dan juga kita dapat mengetahui informasi secara lebih jelas dengan apa yang ditampilkan oleh aplikasi ini dengan bentuk 3 dimensi dibandingkan dengan sebuah gambar.
 

Metode pada Augmented Reality

 

1.  Marker Based Tracking

Marker Based Tracking merupakan suatu ilustrasi hitam dan putih persegi dengan batas hitam tebal dan latar belakang yang berwarna putih, komputer dapat mengenali posisi dan orientasi objek marker dan menciptakan sebuah dunia virtual 3 dimensi yaitu titik (0,0,0) dan sumbu yang terdiri dari X, Y, dan Z. Marker Based Tracking sudah lama dikembangkan sejak tahun 1980an.
 

2.  Markeless Augmented Reality

Dengan metode Markeless Augmented Reality pengguna tidak perlu lagi menggunakan sebuah marker untuk menampilkan elemen-elemen digital. Di Markeless Augmented Reality ada beberapa teknik yang dapat digunakan yaitu, Face Tracking, 3D Object Tracking, Motion Tracking, dan GPS Based Tracking.
 
 
 

 

Minggu, 07 Desember 2014

Ray Tracing

Ray tracing adalah suatu metode untuk me-render obyek 3D yang hasilnya realistik seperti foto. Metode ini dilakukan dengan cara menelusuri sinar mata atau sumber cahaya, kemudian diperiksa apakah sinar tersebut mengenai obyek atau tidak. Jika ternyata sinar yang ditelusuri tersebut mengenai suatu obyek maka selanjutnya diperhitungkan intensitas pada obyek tersebut, yaitu intensitas ambient, diffuse dan specular.Hasil dari perhitungan intensitas inilah yang terlihat oleh mata.Ada pula 3 efek umum yang terjadi pada proses ray tracing, yaitu penyerapan, pemantulan, dan pembiasan cahaya.


Ray tracing dilakukan dalam dua bentuk yang berbeda :
  • Ray Tracing (physics), yang digunakan untuk menganalisis sistem optik.
  • Ray Tracing (graphics), yang digunakan untuk generasi gambar 3D.


Ray Tracing (physics)

Dalam fisika, ray tracing adalah metode untuk menghitung jalan gelombang atau partikel melalui suatu sistem dengan berbagai propagasi daerah kecepatan, penyerapan karakteristik, dan mencerminkan permukaan.Dalam keadaan ini, permukaan gelombang dapat menekuk, mengubah arah, atau mencerminkan permukaan, dengan analisis yang rumit.


Ray Tracing (graphics)

Dalam grafik komputer, ray tracing adalah teknik untuk menghasilkan sebuah gambar dengan menelusuri jalan cahaya melalui pixel dalam gambar. Teknik ini  mampu menghasilkan tingkat ketajaman gambar yang sangat tinggi – biasanya lebih tinggi dari pada metode tipe scanline rendering, tetapi biaya komputasi lebih besar.

Hal ini membuat ray tracing paling cocok untuk aplikasi di mana gambar dapat di-render perlahan terlebih dahulu, seperti pada gambar diam dan film dan special effects televisi, dan kurang lebih cocok untuk real-time aplikasi seperti game komputer, dimana kecepatan sangat penting.

Ray tracing mampu mensimulasikan berbagai efek optis, seperti refleksi dan pembiasan penyebaran, dan aberasi kromatik.

Ray tracing telah digunakan dalam lingkungan produksi untuk off-line rendering selama beberapa dekade sekarang – yaitu rendering yang tidak perlu menyelesaikan seluruh adegan dalam waktu kurang dari beberapa milidetik.Tentu saja kita tidak boleh men-generalisasi dan membiarkan pengguna mengetahui bahwa beberapa implementasi raytracer telah mampu menekan tanda “interaktif”.

Terdapat 2 metode pada Ray Tracing yaitu:
1.      Forward Ray Tracing. Metode ini memperhitungkan semua sinar yang dipancarkan oleh sumber cahaya, baik yang mengenai mata ataupun tidak.
2.      Backward Ray Tracing. Cara kerja dari metode ini adalah dengan menelusuri sinar yang mengenai mata ditelusuri kembali ke sumber cahaya.





Sumber :
http://dwiperdana.blogspot.com/2013/05/perkenalan-konsep-rendering-dengan-ray.html

Memory System

Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang Memory System, saya akan membahas karakteristik sistem-sistem memori. Sebelum masuk ke karakteristik sistem-sistem, saya akan menjelaskan apa itu Memory System atau Sistem Memori.


     Sistem Memori ( Memori ) adalah komponen-komponen elektronik yang menyimpan perintah-perintah yang menunggu untuk di eksekusi oleh prosesor, data yang diperlukan oleh insruksi (perintah) tersebut dan hasil-hasil dari data yang diproses ( informasi ). Memori biasanya terdiri atas satu chip atau beberapa papan sirkuit lainnya dalam prosesor. Memori komputer bisa diibaratkan sebagai papan tulis, dimana setiap orang yang masuk kedalam ruangan bisa membaca dan memanfaatkan data yang ada dengan tanpa merubah susunan yang tersaji. Data yang diproses oleh komputer, sebenarnya masih tersimpan didalam memori, dan dalam hal ini komputer hanya membaca data dan kemudian memprosesnya. Satu kali data tersimpan didalam memori komputer, maka data tersebut akan tetap tinggal disitu selamanya. Setiap kali memori penuh, maka data yang ada bisa dihapus sebagian ataupun seluruhnya untuk diganti dengan data yang baru.

Karakteristik Sistem-sistem Memori secara umum

1. Lokasi

  • CPU, Memori ini built-in berada dalam CPU (mikroprocessor) dan diperlukan untuk semua kegiatan CPU. Memori ini disebut register.